AJB Bisa Digadaikan? Ini 6 Bank yang Menerima AJB sebagai Jaminan

icon date 21 Apr 2026

Share:

whatsapptwitterfacebook
link
featured image

Pernah nggak sih, kamu merasa butuh modal tambahan buat ngembangin bisnis atau mendadak ada keperluan darurat yang butuh dana besar, tapi dokumen rumah kamu belum sampai ke tahap Sertifikat Hak Milik (SHM)? Rasanya pasti sedikit panik karena banyak yang bilang kalau bank cuma mau terima SHM saja.

Eits, jangan putus asa dulu! Ternyata, Akta Jual Beli (AJB) juga punya sakti di mata perbankan tertentu. Meskipun kedudukannya secara hukum tidak setinggi SHM atau SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan), AJB tetap bisa menjadi tiket kamu untuk mendapatkan kucuran dana segar.

Nah, di artikel kali ini, CariProperti bakal kupas tuntas daftar bank yang menerima AJB sebagai jaminan, apa saja syaratnya, sampai tips biar pengajuan kamu langsung di-approve. Simak sampai habis ya, siapa tahu ini solusi yang kamu cari selama ini!

Daftar Bank yang Menerima AJB sebagai Jaminan: Solusi Dana Cepat & Modal Usaha

Sebagai informasi awal, AJB adalah dokumen resmi yang membuktikan terjadinya peralihan hak atas tanah dan bangunan dari penjual ke pembeli. Walaupun bukan bukti kepemilikan mutlak seperti SHM, AJB yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) punya nilai legalitas yang kuat untuk dijadikan jaminan.

Berikut adalah daftar bank dan lembaga keuangan yang bisa kamu datangi untuk gadai AJB rumah di bank:

1. Bank Danamon (Kredit Multiguna)

Bank Danamon punya layanan yang dinamakan Kredit Multiguna. Layanan ini memang dirancang untuk nasabah yang ingin mendapatkan dana tunai dengan menjaminkan properti seperti rumah, ruko, atau apartemen.

  • Plafon Pinjaman: Nggak main-main, kamu bisa mengajukan pinjaman mulai dari angka yang cukup kompetitif hingga maksimal Rp8 Miliar.
  • Tenor: Masa pengembaliannya cukup fleksibel, mulai dari 1 hingga 10 tahun.
  • Fitur Utama: Kamu bisa menggunakan dana ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja hingga keperluan konsumsi. Bank Danamon akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap nilai properti kamu sebelum menentukan besaran dana yang cair.

 

2. Bank BCA (KPR Refinancing)

Siapa yang nggak tahu BCA? Bank swasta terbesar di Indonesia ini juga punya pintu terbuka bagi pemegang AJB melalui skema KPR Refinancing BCA AJB. Layanan ini memungkinkan kamu "menyekolahkan" dokumen properti yang sudah kamu miliki untuk mendapatkan dana segar.

  • Syarat Pemohon: WNI minimal usia 18 tahun atau sudah menikah. Kamu harus berstatus karyawan tetap (minimal 1 tahun kerja) atau pengusaha/profesional (minimal 2 tahun bidang yang sama).
  • Ketentuan Usia: Saat kredit berakhir, maksimal usia karyawan adalah 55 tahun, sedangkan pengusaha/profesional maksimal 65 tahun.
  • Keunggulan: Suku bunga BCA dikenal cukup stabil dibandingkan bank lain, dan proses pembayarannya praktis melalui sistem autodebet dari rekening BCA kamu.

 

3. Bank BRI (Fitur Kupedes)

BRI adalah "sahabat" bagi para pelaku usaha mikro hingga menengah. Jika kamu ingin mengajukan pinjaman tanpa sertifikat SHM, BRI menyediakan fitur Kupedes. Fitur ini sangat populer karena fleksibilitasnya yang tinggi.

  • Kegunaan: Dana bisa digunakan untuk biaya pendidikan, perbaikan rumah, pembelian kendaraan, atau tambahan modal usaha.
  • Biaya Administrasi: Sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 saja.
  • Suku Bunga: Berjenjang sesuai tenor. Biasanya sekitar 9-12% untuk tenor 1 tahun, 10-14% untuk 2 tahun, dan sekitar 15% untuk tenor 3 tahun. BRI bisa mencairkan dana sekitar 70-80% dari taksiran nilai properti yang kamu agunkan.

 

4. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

BPR sering kali menjadi "pahlawan" bagi mereka yang merasa sulit menembus syarat ketat bank umum nasional. Pinjaman jaminan AJB di BPR biasanya lebih mudah prosesnya karena mereka lebih mengedepankan aspek lokal dan kepercayaan.

  • Kelebihan: BPR lebih melihat pada prospek usaha kamu ketimbang sekadar nilai aset yang diagunkan. Jadi, kalau bisnismu terlihat menjanjikan, peluang cair sangat besar.
  • Target: Sangat direkomendasikan bagi pelaku UMKM yang butuh suntikan dana cepat dengan bunga yang bersaing. BPR mengutamakan trust (kepercayaan) kepada nasabah yang memiliki riwayat kredit baik.

 

5. Bank CIMB Niaga (Kredit Mikro Utama)

CIMB Niaga juga menawarkan solusi bagi kamu yang butuh dana dengan plafon menengah melalui layanan Kredit Mikro Utama. Selain AJB rumah, mereka bahkan menerima agunan berupa kios atau ruko.

  • Plafon & Tenor: Kamu bisa meminjam dana mulai dari Rp20 Juta hingga Rp1 Miliar dengan jangka waktu cicilan 12 hingga 60 bulan.
  • Syarat Bisnis: Kamu harus sudah bekerja atau memiliki usaha yang sudah berjalan minimal selama 2 tahun. Jangan lupa lampirkan laporan keuangan atau nota pembelanjaan 3 bulan terakhir ya!

 

6. Bank BRI Syariah

Bagi kamu yang lebih nyaman dengan prinsip perbankan syariah, BRI Syariah (sekarang bagian dari BSI) juga menerima agunan berupa AJB, Letter C, Girik, hingga Petok D.

  • Plafon: Biasanya mulai dari Rp1 Juta hingga Rp75 Juta.
  • Tenor: Maksimal 36 bulan untuk modal kerja dan 60 bulan untuk keperluan investasi.
  • Target: Sangat cocok untuk usaha kecil yang butuh dana tambahan dengan skema bagi hasil atau akad syariah lainnya.

 

Syarat Agar AJB Kamu Lolos Verifikasi Bank

Gini lho, walaupun bank-bank di atas menerima AJB, bukan berarti semua lembaran kertas AJB bakal diterima secara otomatis. Ada standar kelayakan atau syarat agunan AJB yang harus dipenuhi biar pihak bank nggak ragu memberikan pinjaman:

1. Berdiri di Atas Tanah SHM atau SHGB

Ini adalah poin yang paling krusial. Bank akan jauh lebih mudah memproses pengajuanmu jika AJB tersebut merupakan bukti peralihan dari tanah yang dasarnya sudah bersertifikat (SHM/SHGB). Jika kamu membeli kavling dan sertifikat induknya belum dipecah, biasanya bank akan meminta kamu mengurus pemecahan sertifikat terlebih dahulu.

2. Harus Terdaftar sebagai Akta Fidusia

Apa itu fidusia? Secara sederhana, ini adalah proses penyerahan hak milik atas dasar kepercayaan, tapi bendanya tetap kamu gunakan. AJB yang kamu ajukan harus terdaftar di kantor pendaftaran fidusia dan dibuat oleh notaris (bukan di bawah tangan). Hal ini memberikan kekuatan hukum bagi bank jika sewaktu-waktu terjadi gagal bayar.

3. Bebas Sengketa dan Masalah Hukum

Bank nggak mau ambil risiko. Tanah yang kamu jaminkan harus bersih dari masalah hukum, tidak sedang disita, dan tidak berada dalam tanggungan pihak lain. Selain itu, pastikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kamu sudah lunas dibayar. Pihak bank biasanya akan mengecek status ini ke Pengadilan Negeri atau kantor BPN setempat.

4. Bukan Tanah Girik, Eigendom, atau Pekok

Tanah-tanah dengan status hukum "lama" seperti Girik atau Eigendom biasanya akan ditolak oleh bank besar karena status kepemilikannya dianggap belum kuat menurut Undang-Undang Pokok Agraria. Kalau kamu punya dokumen seperti ini, sangat disarankan untuk melakukan konversi ke sertifikat terlebih dahulu sebelum dibawa ke bank.

Ceklis Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Sudah tahu bank tujuannya? Sekarang waktunya rapi-rapi dokumen. Secara umum, bank akan meminta berkas-berkas berikut ini:

  • Dokumen Identitas:
    • Fotokopi KTP Pemohon & Pasangan.
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
    • Fotokopi Surat Nikah/Cerai.
    • Fotokopi NPWP Pribadi.
  • Dokumen Keuangan:
    • Slip gaji 1-3 bulan terakhir (untuk karyawan).
    • Rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir.
    • Laporan keuangan/nota usaha (untuk pengusaha).
  • Dokumen Jaminan:
    • Akta Jual Beli (AJB) asli.
    • Fotokopi Sertifikat Induk (jika ada).
    • Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau sekarang disebut PBG.
    • Bukti pembayaran PBB tahun terakhir.

Tips Biar Pengajuan Pinjaman Kamu Disetujui

1. Pastikan Riwayat Kredit Kamu Bersih (BI Checking/SLIK)

Sebelum melirik dokumen AJB kamu, hal pertama yang dilakukan pihak bank adalah mengecek riwayat kredit kamu melalui SLIK OJK. Jika kamu punya tunggakan cicilan di tempat lain, seperti pinjaman online, kartu kredit, atau cicilan kendaraan, kemungkinan besar pengajuanmu akan langsung ditolak. Pastikan status kredit kamu berada di "Kolektibilitas 1" (Lancar) agar dipercaya oleh bank yang menerima ajb sebagai jaminan.

2. Ukur Kapasitas Bayar Agar Tidak Terkena "Auto-Reject"

Bank punya aturan main yang disebut Debt Service Ratio (DSR). Biasanya, bank hanya memperbolehkan total cicilan bulanan kamu maksimal 30% hingga 40% dari penghasilan kotor. Jika kamu mengajukan plafon tinggi dengan tenor singkat sementara gaji pas-pasan, bank akan menganggap kamu berisiko tinggi gagal bayar. Jadi, hitunglah plafon yang realistis agar sesuai dengan kemampuan kantongmu.

3. Jaga Stabilitas Karier atau Bisnis Kamu

Bank sangat menyukai stabilitas. Bagi karyawan, minimal masa kerja satu tahun (sudah karyawan tetap) menjadi syarat standar. Sementara bagi pengusaha, bisnis yang sudah berjalan stabil minimal selama dua tahun adalah bukti bahwa kamu punya aliran dana (cash flow) yang sehat untuk membayar angsuran. Pastikan kamu bisa menunjukkan bukti slip gaji atau laporan keuangan yang rapi saat mengajukan pinjaman tanpa sertifikat SHM.

4. Siapkan "Dana Dingin" untuk Biaya Administrasi

Banyak yang lupa kalau meminjam uang di bank juga butuh modal awal. Saat pengajuan gadai AJB rumah di bank disetujui, akan ada biaya-biaya yang harus dibayar di muka atau dipotong dari plafon pinjaman. Biaya ini meliputi biaya administrasi, provisi (biasanya 1%), biaya appraisal (penilaian properti), hingga biaya asuransi jiwa dan kebakaran. Pastikan kamu sudah punya cadangan dana agar proses akad kredit tidak terhambat.

5. Pertimbangkan Rencana "Upgrade" ke SHM di Masa Depan

Meskipun saat ini kamu mencari bank yang menerima AJB sebagai jaminan, ada baiknya kamu mulai merencanakan untuk meningkatkan status dokumen menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Selain karena nilai taksirannya akan jauh lebih tinggi di mata bank, SHM juga memberikan kepastian hukum yang jauh lebih kuat. Beberapa bank bahkan menawarkan bantuan proses peningkatan status dokumen ini bersamaan dengan pengajuan kredit kamu, lho!

6. Lengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB/PBG)

Salah satu dokumen pendukung yang sering terlewatkan adalah IMB atau yang sekarang disebut PBG. Bank akan lebih yakin memberikan pinjaman besar jika bangunan yang diagunkan memiliki izin resmi dari pemerintah. Tanpa IMB, beberapa bank mungkin akan memotong nilai taksiran bangunan kamu secara signifikan, sehingga dana yang cair pun tidak akan maksimal.

____

Mencari bank yang menerima AJB sebagai jaminan memang membutuhkan persiapan dokumen yang lebih cermat dibandingkan SHM. Namun, dengan memilih bank yang tepat, seperti BCA, BRI, atau BPR, kebutuhan pendanaan kamu tetap bisa terpenuhi secara legal dan aman.

Mau Rumah yang Lebih Aman dan Tanpa Ribet?

Kalau proses mengurus dokumen jaminan terasa melelahkan, mungkin sudah saatnya kamu memiliki hunian dengan SHM yang legalitasnya 100% aman sejak awal.

Temukan hunian impianmu sekarang di CariProperti! Kami punya ribuan daftar rumah baru dengan harga termurah di berbagai kawasan strategis. Mulai dari konsep minimalis modern hingga rumah keluarga yang asri, semua listing di CariProperti sudah diverifikasi. Dapatkan simulasi KPR yang ringan dan konsultasi gratis sekarang juga.

Wujudkan kepemilikan rumah impian dengan sertifikat SHM lengkap hanya di CariProperti!

Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.

Artikel Lainnya

30 July 2025

Apa Itu KPR FLPP? Solusi Beli Rumah Pertama Harga Murah

Waktu temen saya baru nikah, dia dan suaminya sempat putus asa mau beli rumah. Penghasilan mereka pas-pasan, tabungan belum seberapa, dan tiap lihat harga rumah langsung pusing sendiri. Tapi suatu hari, dia nemu info soal KPR FLPP, program pemerintah...

27 May 2025

Mau Ambil KPR Rumah 1 Miliar? Berapa Sih Penghasilan Minimalnya?

Kalau lihat rumah-rumah di kawasan Grand Wisata Bekasi, Kota Harapan Indah, BSD, dan Bintaro, saya sering kali ngebatin, “nih orang kerja apa yang bisa punya gede kayak gini?”. Kok rasanya buat kita-kita yang masih gaji UMR rada berat yan...

04 September 2025

BI Rate 2025 Turun Jadi 5%, Apa Dampaknya untuk Properti & KPR?

Bagi banyak orang, istilah BI Rate mungkin sering terdengar di berita ekonomi, tetapi belum semua memahami betul dampaknya. BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan menjadi tolok ukur bagi perbankan dalam menentukan bun...

17 March 2026

Tabel Angsuran KPR BSI 2026: Simulasi Cicilan untuk Beli Rumah Bebas Worry

Banyak calon pembeli rumah langsung tertarik pada harga properti, tetapi sering melewatkan satu hal penting: berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Padahal, perbedaan kecil pada tenor, DP, atau margin bisa membuat angsuran berubah signifikan...

08 July 2025

Cara Menghitung Bunga KPR Berdasarkan Jenisnya: Panduan Lengkap untuk Pemula

Membeli rumah lewat skema KPR bisa jadi pilihan paling realistis bagi banyak orang, tapi tahukah kamu kalau pemahaman soal bunga KPR bisa membuat kamu terhindar dari beban cicilan yang menyesakkan di kemudian hari? Salah seorang klien CariProperti,...