
Kalau ngomongin soal keamanan gedung atau rumah, satu alat yang nggak boleh dilewatkan adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Soalnya, musibah kebakaran gak pernah ada yang tau kapan yang akan terjadi, seperti kejadian di gedung Terra Drone baru-baru ini.
Nah masalahnya, banyak orang punya APAR, tetapi nggak tahu cara pakainya. Padahal, memahami cara menggunakan APAR dengan benar bisa jadi penentu apakah api kecil berhasil dipadamkan atau malah berubah jadi kebakaran besar.
Maka dari itu, melalui artikel ini, CariProperti bakal bahas semuanya secara lengkap,mulai dari jenis APAR, cara kerja, langkah penggunaan metode P.A.S.S, sampai tips keselamatan yang sering diremehkan.
Gak perlu takut bingung. Semua penjelasan dikemas secara ringan dan to the point, jadi kamu bisa mudah mengerti cara menggunakan APAR dengan benar. Yuk mulai!
Table of Contents
Apa Itu APAR dan Kapan Harus Dipakai?
APAR adalah alat pemadam api ringan yang dirancang khusus buat memadamkan kebakaran di tahap awal. Biasanya bentuknya tabung kecil yang mudah dibawa. Intinya: kalau ada api kecil yang baru muncul dan masih bisa dikontrol, APAR adalah senjata utama Anda.
Tapi ingat, APAR bukan buat jadi pahlawan dadakan. Kalau api sudah membesar, tebal, dan menghalangi jalan evakuasi, ini sudah masuk ranah profesional. Tugas Anda? Prioritaskan keselamatan diri.
Klasifikasi Bencana Kebakaran yang Sering Ditemui
Wait! Sebelum kamu tahu cara menggunakan APAR dengan benar, penting banget nih buat kamu paham klasifikasi kebakaran yang paling sering ditemui. Langkah ini penting banget biar kamu bisa memilih jenis APAR yang benar biar gak salah penangananya.
Kebakaran Kelas A
Kebakaran kelas A adalah tipe yang paling sering kita lihat, yaitu api yang muncul dari bahan padat non-logam seperti kertas, kain, kayu, plastik, atau karet. Misalnya kertas yang terbakar di tumpukan sampah atau sofa yang kena puntung rokok.
Kebakaran Kelas B
Kalau Anda menemukan api di area yang berisi cairan seperti bensin, minyak tanah, alkohol, atau bahkan gas LPG yang bocor lalu menyala, itu masuk kebakaran kelas B. Air biasa justru tidak disarankan untuk tipe ini karena bisa membuat api menyebar. Jadi, jangan langsung disiram dengan air, ya!
Kebakaran Kelas C
Ini yang sering bikin panik! Kebakaran kelas C terjadi karena arus listrik, misalnya korsleting kabel, panel listrik, atau peralatan elektronik yang terbakar. Kalau ketemu kebakaran jenis ini, sebaiknya jangan disiram, ya! Bisa-bisa listrik yang masih menyala malah menyambar ke kamu.
Jenis-Jenis APAR yang Wajib Kamu Kenali Biar Nggak Salah Pakai!
1. APAR Air
APAR air adalah tipe yang paling sederhana dan sering dipakai di gedung perkantoran atau sekolah. Media pemadamnya berupa air bertekanan tinggi yang efektif banget untuk kebakaran kelas A, kayak kayu, kertas, kain, dan bahan non-logam lainnya.
Kenapa penting?
Banyak orang yang panik dan pakai APAR air untuk kebakaran listrik. Padahal… itu sangat berbahaya. Jadi pahami dulu jenisnya sebelum praktik cara menggunakan APAR dengan benar di kondisi darurat.
2. APAR Busa
Kalau kamu sering berada di area parkir basement, SPBU, gudang bahan kimia, atau dapur industri, APAR busa biasanya jadi andalan.
APAR ini bisa memadamkan kebakaran kelas A dan B, khususnya minyak, bensin, solar, dan cairan mudah menyala lainnya. Busa yang keluar dari tabung bakal menutup permukaan cairan, bikin oksigen nggak bisa masuk dan api mati perlahan.
Cocok banget buat area yang rawan tumpahan bahan bakar.
3. APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)
Ini nih yang paling sering kamu lihat di kantor, rumah makan, ruko, sampai apartemen. APAR serbuk kimia kering dikenal sebagai pemadam serbaguna karena bisa menangani kebakaran kelas A, B, dan C.
Keunggulannya?
- Bisa dipakai hampir di semua kondisi,
- Medium pemadamnya cepat “menyelimuti” api,
- Efektif untuk kebakaran gas dan cairan.
Kalau kamu ingin aman di banyak skenario, tipe ini adalah pilihan paling praktis.
4. APAR CO₂
Kalau kebakaran terjadi di instalasi listrik, seperti panel listrik, komputer, atau perangkat elektronik lainnya, APAR CO₂ adalah juaranya.
Isi tabung ini adalah karbon dioksida bertekanan tinggi yang mendinginkan area dan “mengusir” oksigen dari titik api. Keren banget kan?
Keunggulan lainnya, APAR jenis ini tidak meninggalkan residu, jadi perangkat elektronik aman dari kerusakan akibat bubuk atau busa. Jadi, nggak heran APAR CO₂ selalu ada di ruang server, data center, atau area mesin.
Cara Menggunakan APAR dengan Benar (Metode P.A.S.S)

Banyak orang punya APAR, tapi nggak semua tahu cara menggunakan APAR dengan benar saat kondisi bener-bener genting. Padahal, momen 10–20 detik pertama itu paling menentukan apakah api bisa dipadamkan atau malah makin besar. Nah, biar kamu nggak bengong pas kejadian, yuk pahami langkahnya satu per satu.
1️. Tarik Pin Pengaman (Pull)
Pada bagian kepala APAR ada pin kecil berbentuk seperti ring. Nah, pin ini fungsinya sebagai pengaman supaya tuas nggak kepencet sembarangan.
Sebelum menyemprot, kamu harus menarik pin ini dulu. Caranya gampang banget: pegang APAR dengan posisi stabil, tarik pin kuat-kuat sampai terlepas. Kadang pin agak keras, jadi jangan ragu buat memberi sedikit tenaga ekstra.
Tanpa menarik pin, percuma kamu pencet tuasnya—APAR nggak akan mengeluarkan apa-apa.
2️. Arahkan Nozzle ke Dasar Api (Aim)
Kesalahan paling sering terjadi adalah menyemprot langsung ke lidah api. Kelihatannya keren kayak di film, tapi itu cara yang kurang efektif.
Cara menggunakan APAR dengan benar adalah mengarahkannya ke sumber api atau bagian paling bawah, karena titik itulah tempat api “lahir”.
Pegang nozzle dengan kuat pakai satu tangan, sementara tangan lain memegang badan APAR supaya stabil. Bayangkan kamu sedang “menyapu” bagian akar api, bukan bagian yang berkobar di atas.
3️. Tekan Tuas APAR (Squeeze)
Setelah nozzle siap, sekarang tinggal tekan tuas APAR secara penuh. Semakin mantap kamu menekan tuas, semakin stabil juga semprotan medianya keluar.
Beberapa APAR menyemburkan isinya dengan tekanan kuat, jadi jangan kaget. Tetap tenang, jangan dilepas atau dipencet setengah-setengah. Semprotkan dengan ritme stabil sambil jaga jarak aman sekitar 1–1,5 meter dari api.
4️. Sapukan Semprotan ke Sisi Kanan–Kiri (Sweep)
Setelah media pemadam keluar, langkah terakhir adalah mengayunkan nozzle kiri ke kanan seperti sedang menyapu lantai.
Teknik “sweeping motion” ini bikin media pemadam menutup seluruh permukaan api secara merata. Kalau kamu cuma mengarah pada satu titik, area lain bisa menyala lagi. Jadi pastikan gerakanmu lebar dan konsisten.
Di tahap ini, kamu harus tetap fokus pada dasar api, bukan lidah api yang berkobar di atas. Semprotkan sampai benar-benar yakin api padam total.
Tips Keselamatan Saat Menggunakan APAR
Menggunakan APAR tidak hanya soal teknik, tapi juga soal keamanan. Berikut tips penting yang sering dilupakan:
1. Pastikan Jarak Aman
Idealnya, Anda berada sekitar 1,5 sampai 2 meter dari titik api. Terlalu dekat bisa berbahaya, terlalu jauh kurang efektif.
2. Pastikan Jalur Evakuasi Bebas
Jangan sampai Anda memadamkan api tapi terjebak. Selalu posisikan diri dekat jalur keluar.
3. Jangan Melawan Api yang Sudah Besar
Jika api sudah membesar atau menghasilkan asap pekat, saatnya evakuasi. Bukan waktunya menjadi superhero.
4. Kenakan APD Jika Ada
Kalau tersedia, gunakan sarung tangan, masker, atau pelindung lainnya. Safety first!
Kesimpulan
Memahami cara menggunakan APAR dengan benar adalah salah satu langkah paling sederhana namun penting untuk keselamatan. Mulai dari mengenali jenis APAR, tahu kelas kebakarannya, sampai menguasai metode P.A.S.S, semuanya bisa membuat Anda lebih siap menghadapi keadaan darurat.
APAR bukan cuma alat pajangan di sudut ruangan. Dengan pengetahuan yang benar, APAR bisa menyelamatkan nyawa, aset, dan gedung Anda. Jadi jangan malas belajar, ya!
Ingin Tinggal di Rumah yang Lebih Aman dari Risiko Kebakaran?
Kalau kamu mau punya hunian yang sudah dilengkapi sistem keamanan modern, mulai dari sensor asap, alarm kebakaran, sampai akses keamanan 24 jam, langsung aja cek CariProperti.
Di CariProperti, ada ribuan pilihan rumah baru di lokasi strategis seperti rumah di Summarecon Crown Gading, BSD, dan Alam Sutera. Tinggal kamu pilih yang paling pas sama kebutuhan dan budget, semuanya aman, praktis, dan siap bikin kamu lebih tenang kalau-kalau ada risiko kebakaran di masa depan.
👉 Cek pilihan rumah baru di CariProperti sekarang dan temukan hunian yang bikin hidup lebih aman dan nyaman!

Author
Rakay Diso
Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.