5 Instrumen Investasi yang Aman di Tengah Ekonomi yang Lesu

icon date 04 Mar 2026

Share:

whatsapptwitterfacebook
link
featured image

Guys, sudah pada tahu kan kalau pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal pada akhir Februari kemarin akibat serangan gabungan AS-Israel? Kabar ini menjadi buah bibir, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, serta menjadi pemicu semakin panasnya ketegangan di Timur-Tengah.

Imbasnya, kini semakin banyak orang merasa khawatir akan pecahnya perang dunia ketiga baik cepat atau lambat. Untuk menanggulanginya, beberapa pemimpin negara mengajukan diri sebagai mediator untuk mencari jalan tengah dalam mengatasi konflik ini, salah satunya adalah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Namun, upaya tersebut sepertinya ditolak oleh Iran melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada mediasi yang berdampak signifikan.

Di tengah kondisi politik global yang semakin memanas, ketakutan akan hal yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi, seperti harga BBM dan sembako yang naik, serta krisis moneter, semakin menghantui masyarakat. Maka dari itu, sekarang mulai banyak orang yang mengamankan nilai uang mereka ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti logam mulia dan properti.

Per 4 Maret 2026 saja, harga beli emas Antam sudah mencapai Rp3.045.000,00 per gramnya, menurut laporan dari situs official emasantam.id. Harga ini tentu masih bisa meningkat ke depannya tergantung kondisi global yang masih belum stabil. Maka dari itu, memilih instrumen investasi yang aman bisa menjadi solusi untuk mengamankan masa depanmu.

Buat kamu yang lagi cari-cari apa saja sih instrumen investasi yang aman di tengah kondisi dunia yang lagi gak baik-baik aja, CariProperti sudah siapin beberapa rekomendasinya, nih. Simak terus, ya!

Instrumen Investasi yang Aman Saat Masa Resesi

1. Logam Mulia

instrumen investasi yang aman: logam mulia

Instrumen investasi yang aman di urutan pertama tentu saja ada logam mulia. Logam mulia ini ada banyak banget jenisnya, seperti emas, perak, platinum, dan lain sebagainya. Kalau ditanya yang paling jadi favorit apa, ya sudah jelas emas.

Emas itu sering disebut sebagai safe haven karena nilainya yang tidak terlalu terpengaruh dengan inflasi. Itu artinya, nilai kekayaanmu tidak akan jatuh tajam seperti nilai mata uang akibat inflasi. Gak percaya? Nih coba kita lihat kenaikan harganya dalam satu tahun terakhir.

Harga emas saat ini, menurut data dari Pluang, harga emas telah naik sebanyak 76,94% dalam satu tahun dan 253,39% dalam jangka waktu 5 tahun. Angka ini tentu lebih menarik dibandingkan dengan kenaikan IHSG yang hanya mencapai 17,18% dalam kurun waktu 1 tahun.

Maka dari itu, buat kamu yang mau mulai investasi, tetapi masih takut-takut, emas bisa jadi pilihan utama. Apalagi, saat ini sudah ada opsi emas digital yang memungkinkanmu beli emas dengan modal minim, hanya mulai dari Rp10.000,00.

 

2. Deposito Bank

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang aman karena modal kamu disimpan di bank selama jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap. Deposito juga termasuk aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Selain aman, deposito juga bisa memberikan keuntungan yang menarik, loh. Rata-rata sih, kamu bisa mendapatkan return sekitar 5-7% per tahunnya tergantung suku bunga acuan BI. Apalagi, modal yang kamu perlukan tidak terlalu besar. Mulai dari Rp500.000 – Rp.1.000.000 kamu sudah bisa membuka rekening deposito di bank.

Kalau soal kekurangan, deposito memang tidak se-likuid tabungan biasa, tetapi ini yang bisa bikin uangmu aman. Gak cuma aman dari maling, tetapi juga aman dari diri sendiri.

 

3. Surat Berharga Negara (SBN)

instrumen investasi yang aman: sbn

Kalau kamu lagi nyari instrumen investasi yang aman dengan pengembalian yang jelas dan risiko rendah, Surat Berharga Negara (SBN) bisa jadi pilihan menarik. SBN adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai anggaran negara dan proyek pembangunan.

Saat kamu membeli SBN, secara teknis kamu sedang meminjamkan uang ke negara dan sebagai gantinya pemerintah berkomitmen membayar pokok plus bunga secara berkala, semuanya dijamin oleh undang-undang dan pengawasan Kementerian Keuangan serta OJK.

Salah satu hal yang membuatnya layak disebut sebagai instrumen investasi yang aman adalah jaminan pembayaran pokok serta kupon/bunga yang diterima tidak bergantung pada kondisi pasar saham atau fluktuasi volatil sehingga modal dan imbal hasil relatif stabil selama kamu memegang sampai jatuh tempo.

 

4. Reksa Dana Pasar Uang

Kalau kamu lagi nyari instrumen investasi yang aman yang risikonya rendah tapi tetap bisa tumbuh lebih tinggi dibanding tabungan biasa, reksa dana pasar uang adalah pilihan yang sering direkomendasikan oleh para investor ritel di Indonesia.

Produk ini tidak menempatkan uangmu di saham yang fluktuatif, melainkan di instrumen pasar uang berjangka pendek seperti deposito, surat berharga dagang, dan surat hutang jangka pendek sehingga membuatnya cocok untuk tujuan jangka pendek atau sebagai “dana parkir”.

Keuntungan yang bisa kamu dapatkan juga cukup menarik. Berdasarkan data kinerja beberapa produk reksa dana pasar uang di Indonesia, ada cukup banyak produk menunjukkan imbal hasil sekitar 4,9 % – 6 % dalam 1 kurun waktu 1 tahun. Sementara itu, dalam 5 tahun terakhir: beberapa reksa dana pasar uang juga menunjukkan pertumbuhan kumulatif sekitar 27 – 31 %, atau rata-rata sekitar ±5,5 – 6 % per tahun jika dirata-rata tahunan.

 

5. Properti, Aset Nyata yang Berpotensi Untung di 5 Tahun

Selain instrumen keuangan seperti deposito atau reksa dana, investasi properti termasuk instrumen investasi yang aman terutama bila tujuanmu adalah jangka panjang dan stabilitas modal.

Aset properti, seperti rumah atau tanah, memiliki nilai intrinsik yang cenderung meningkat seiring waktu karena permintaan hunian dan keterbatasan lahan di banyak kawasan berkembang.

Di Indonesia, proyeksi kenaikan nilai rumah residensial dalam kurun waktu lima tahun ke depan memperlihatkan tren positif. Rata-rata harga rumah diperkirakan tumbuh ±4,5 – 7 % per tahun jika kondisi ekonomi relatif stabil, yang berarti apresiasi sekitar 25 – 40 % dalam 5 tahun jika dihitung secara kumulatif.

Kontribusi potensial lain terhadap return investasi properti adalah pendapatan sewa. Misalnya jika rumah disewakan dengan rental yield sekitar 5 – 8 % per tahun, total pendapatan sewa kumulatif dalam 5 tahun bisa menambah persentase return yang signifikan. Bila digabungkan dengan kenaikan harga jual, total potensi return 5 tahun dari properti bisa mencapai ±55 – 70 % dari modal awal dalam skenario banyak analis properti.

Tertarik mulai investasi properti dengan potensi keuntungan jangka panjang? Cek pilihan rumah dan properti terbaik untuk investasi di CariProperti untuk menemukan unit yang strategis dan berpeluang untung tinggi dalam 5 tahun ke depan!

 

Faktor yang Tetap Perlu Diperhatikan

Walaupun disebut aman, tidak ada instrumen investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan saat memilih instrumen investasi yang aman adalah:

  • Inflasi: Daya beli modal bisa berkurang jika imbal hasil kurang dari tingkat inflasi.
  • Likuiditas: Beberapa instrumen (misalnya deposito jangka panjang) menawarkan kisaran bunga yang baik tetapi dana tidak bisa dicairkan tanpa penalti.
  • Profil risiko: Pilih instrumen sesuai tujuan investasi dan toleransi risiko pribadi.

 

Instrumen Investasi yang Aman Bukan Cuma di Finansial

Memilih instrumen investasi yang aman berarti menempatkan modal kamu di aset yang melindungi nilai modal & tetap punya potensi keuntungan dalam jangka waktu yang kamu targetkan.

Selain instrumen keuangan seperti deposito, Surat Berharga Negara (SBN), reksa dana pasar uang, atau emas, investasi properti juga termasuk salah satu opsi yang sering dipilih untuk tujuan jangka panjang.

Properti dianggap aman karena merupakan aset nyata yang nilai jualnya cenderung meningkat seiring waktu disertai potensi pendapatan sewa sebagai pemasukan pasif. Misalnya berdasarkan proyeksi pasar Indonesia, properti residensial bisa tumbuh sekitar ±4,5 – 7 % per tahun, yang berarti total apresiasi nilai sekitar ±25 – 40 % dalam 5 tahun — bahkan lebih tinggi jika ditambah pendapatan sewa tahunan ≤8 %.

Sedang mencari properti sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang?

Temukan pilihan rumah terbaik yang cocok dengan tujuan investasi dan kebutuhan hunianmu di CariProperti, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko strategis dengan potensi apresiasi tinggi dalam 5 tahun ke depan. Mulai cari dan bandingkan sekarang untuk keputusan investasi yang lebih cerdas!

Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.

Artikel Lainnya

24 April 2026

Pengertian Debt to Service Ratio, Cara Hitung, dan Tips Praktis Kelolanya

Saat ingin mengajukan kredit rumah (KPR), banyak orang hanya fokus pada besar gaji dan harga properti. Padahal, ada satu faktor penting yang sering menjadi penentu utama disetujui atau tidaknya pengajuan kredit, yaitu debt service ratio (DSR). Debt...

29 August 2025

Bolehkah Menjual Rumah yang Sedang Disewakan? Cek Dasar Hukumnya di Sini!

Banyak pemilik properti yang dihadapkan pada situasi ingin menjual rumah yang sedang disewakan, baik karena kebutuhan finansial, alasan pindah kota, maupun strategi investasi baru. Namun, kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah penjualan ru...

10 November 2025

Investasi Properti di Paramount Petals: Berlian Baru di Barat Jakarta

Investasi Properti di Paramount Petals - Pasar properti di Tangerang terus menunjukkan geliat positif dalam beberapa tahun terakhir, dan di antara berbagai proyek yang bermunculan, Paramount Petals menonjol sebagai berlian investasi masa depan. Kawa...

27 May 2025

Mau Ambil KPR Rumah 1 Miliar? Berapa Sih Penghasilan Minimalnya?

Kalau lihat rumah-rumah di kawasan Grand Wisata Bekasi, Kota Harapan Indah, BSD, dan Bintaro, saya sering kali ngebatin, “nih orang kerja apa yang bisa punya gede kayak gini?”. Kok rasanya buat kita-kita yang masih gaji UMR rada berat yan...

25 March 2026

KPR Tenor 10 Tahun atau 15 Tahun? Selisih Bunga Bisa Ratusan Juta!

Memilih tenor KPR yang tepat kerap kali membuat bingung, khususnya bagi para pembeli rumah pertama. Pasalnya, beli rumah baru modern merupakan keputusan finansial yang besar. Jika ada sedikit kesalahan, maka bisa-bisa kondisi keuangan pribadi atau ke...