
Memiliki hunian sendiri bukan sekadar pencapaian finansial atau simbol kesuksesan duniawi, melainkan sebuah amanah besar dan nikmat tiada tara dari Allah SWT. Bayangkan perasaan tenang saat Anda pertama kali memutar kunci di pintu utama, melangkah masuk ke ruangan yang masih kosong, dan menyadari bahwa di sinilah tempat Anda akan membangun memori, membesarkan anak-anak, serta bersujud setiap harinya.
Di tengah antusiasme menata interior dan memilih furnitur, umat Muslim diingatkan untuk tidak melupakan aspek spiritual yang paling fundamental. Mengadakan syukuran rumah baru dalam Islam bukan sekadar tradisi kumpul keluarga atau sekadar jamuan makan biasa.
Ini adalah momentum sakral untuk mengetuk pintu langit, memanjatkan doa perlindungan, dan mengekspresikan rasa syukur yang tulus agar rumah tersebut tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi menjelma menjadi Baiti Jannati, Rumahku Surgaku.
Dalam artikel ini, kita akan membedah panduan lengkap mengenai syukuran rumah baru dalam Islam. Mulai dari memahami istilah Walimatul Wakirah dalam fikih, menggali dalil-dalil Al-Qur'an yang valid, hingga langkah praktis menghadirkan energi positif di hunian baru Anda.
Mari kita pastikan bahwa langkah awal Anda di rumah baru dimulai dengan rida-Nya, sehingga rumah tersebut menjadi tempat bernaung yang aman, nyaman, dan penuh cahaya iman bagi seluruh anggota keluarga.
Table of Contents
Apa Itu Walimatul Wakirah sebagai Cara Syukuran Rumah Baru dalam Islam?
Dalam literatur fikih Islam, acara jamuan makan yang diadakan khusus untuk merayakan selesainya pembangunan atau pembelian rumah baru dikenal dengan istilah Walimatul Wakirah. Secara bahasa, Al-Wakirah berasal dari kata Al-Wukr yang berarti bangunan.
Hukum mengadakan syukuran ini adalah mustahab (dianjurkan). Para ulama memandangnya sebagai bentuk Tahadduts bin Ni’mah, yaitu menampakkan nikmat Allah sebagai wujud syukur, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dengan tetangga dan kerabat di lingkungan baru.
Dasar Hukum dan Dalil Syukuran Rumah Baru dalam Islam
Memahami landasan hukum sebelum melakukan sebuah amalan adalah ciri seorang Muslim yang cerdas. Dalam syariat, syukuran rumah baru dalam Islam bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki akar yang kuat dalam nilai-nilai syukur dan adab menempati hunian.
1. Perintah Menampakkan Nikmat (QS. Ibrahim: 7)
Landasan utama dari segala bentuk syukuran adalah perintah Allah SWT untuk mengakui nikmat-Nya. Allah menjanjikan keberkahan bagi mereka yang bersyukur dalam QS. Ibrahim: 7:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu...'"
2. Istilah Walimatul Wakirah dalam Fikih
Dalam literatur fikih, jamuan makan saat menempati rumah baru dikenal dengan nama Al-Wakirah. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hukum asalnya adalah Mustahab (dianjurkan) sebagai ekspresi kegembiraan.
"Al-Wakirah adalah sebutan untuk makanan yang dibuat dalam rangka menempati rumah baru... hukumnya sunnah (dianjurkan) seperti walimah lainnya."
3. Hadits Menghalau Setan dari Rumah
Laman Sunnah.com menjelaskan bahwa esensi dari syukuran rumah baru bukan hanya pesta makan, melainkan pembersihan spiritual. Rasulullah SAW memberikan panduan agar rumah baru tidak menjadi tempat tinggal bagi gangguan jin atau setan:
"Janganlah jadikan rumahmu seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah."
4. Doa Perlindungan Saat Memasuki Tempat Baru
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar setiap langkah di hunian baru senantiasa berada dalam penjagaan Allah dari segala keburukan makhluk:
"A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq." (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya).
Adab Menempati Rumah Baru dalam Islam

1. Membaca Basmalah dan Doa Masuk Rumah
Adab menempati rumah dalam Islam yang paling mendasar dalam syukuran rumah baru dalam Islam adalah melibatkan Allah dalam setiap langkah. Saat pertama kali masuk, ucapkanlah Basmalah dan bacalah doa: "Allahumma inni as’aluka khairal mawlaji wa khairal makhraji...".
Doa ini merupakan permohonan agar Allah menjadikan rumah tersebut sebagai tempat masuk dan keluar yang penuh kebaikan, serta menjaga penghuninya dari segala keburukan yang tidak terlihat.
2. Melaksanakan Shalat Dua Rakaat sebagai Wujud Syukur
Sangat dianjurkan bagi pemilik rumah untuk mendirikan shalat sunnah dua rakaat di dalam ruangan utama saat pertama kali menempatinya. Shalat ini berfungsi sebagai "peresmian" spiritual, menandakan bahwa rumah tersebut akan dijadikan tempat pengabdian kepada Allah.
3. Menghidupkan Rumah dengan Bacaan Surah Al-Baqarah
Salah satu poin inti dari syukuran rumah baru dalam Islam adalah pembersihan energi negatif. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita tidak menjadikan rumah seperti kuburan yang sunyi dari zikir. Membacakan Surah Al-Baqarah secara utuh di dalam rumah baru dipercaya dapat mengusir setan dan memberikan benteng perlindungan selama tiga malam berturut-turut, sehingga suasana rumah terasa lebih sejuk dan tenang.
4. Mengadakan Walimatul Wakirah (Berbagi Makanan)
Sebagai pelengkap dari rangkaian syukuran rumah baru dalam Islam, mengadakan jamuan makan atau sedekah kepada tetangga sekitar adalah sunnah yang sangat mulia. Memberi makan orang lain (It’amuth Tha’am) merupakan amalan yang dapat mendatangkan keberkahan rezeki. Selain berbagi kebahagiaan, momen ini juga menjadi sarana perkenalan (ta'aruf) yang baik dengan lingkungan sosial yang baru.
5. Menjaga Kebersihan dan Kerapihan Rumah
Islam sangat mencintai keindahan dan kebersihan. Menjaga rumah tetap bersih bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari iman. Rumah yang kotor dan berantakan cenderung disukai oleh setan, sedangkan rumah yang bersih dan harum akan mengundang kehadiran malaikat. Pastikan setiap sudut rumah, terutama area kamar mandi dan tempat shalat, selalu terjaga kesuciannya.
Baca juga: 8 Tips Beli Rumah Syariah yang Aman dan Sesuai Syariat
Tata Cara Syukuran Rumah Baru dalam Islam yang Benar

Menurut pandangan para ulama dan pedoman dari Kementerian Agama RI, acara syukuran harus dijauhkan dari unsur kesyirikan dan kemubaziran. Berikut panduan praktisnya:
1. Menata Niat Ikhlas Tanpa Unsur Riya
Langkah paling krusial dalam tata cara syukuran rumah baru dalam Islam adalah menata hati. Pastikan tujuan utama Anda mengundang orang lain adalah untuk bersyukur atas nikmat Allah (Tahadduts bin Ni’mah) dan memohon doa keselamatan, bukan untuk memamerkan kemewahan furnitur atau luasnya bangunan. Niat yang melenceng karena ingin dipuji (riya) hanya akan menghilangkan pahala dan keberkahan dari rumah tersebut.
2. Menentukan Waktu yang Tidak Membentrok Ibadah
Pilihlah waktu pelaksanaan yang bijak, seperti di antara waktu Dzuhur dan Ashar, atau setelah Isya. Hal ini penting agar acara selametan rumah baru tidak mengganggu kewajiban shalat bagi Anda maupun para tamu undangan. Memilih waktu yang tepat juga menunjukkan penghormatan Anda terhadap waktu ibadah dan kenyamanan istirahat para tetangga sekitar.
3. Memprioritaskan Undangan Tetangga dan Kaum Dhuafa
Islam sangat memuliakan tetangga, bahkan hingga radius 40 rumah ke setiap arah. Dalam tata cara syukuran rumah baru dalam Islam, tetangga terdekat adalah prioritas utama untuk diundang sebagai bentuk perkenalan (ta'aruf). Selain kerabat, sangat dianjurkan untuk menghadirkan anak yatim dan kaum dhuafa. Doa dari lisan mereka yang tulus dipercaya menjadi wasilah turunnya rahmat dan perlindungan ke dalam hunian Anda.
4. Mengisi Acara dengan Zikir dan Doa Bersama
Alih-alih mengisi acara dengan hiburan yang melalaikan, isilah momen syukuran dengan pembacaan zikir, tahlil, atau ayat-ayat suci Al-Qur'an. Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon agar rumah menjadi tempat yang aman (amanah) dan nyaman (thuma'ninah) adalah inti dari syukuran rumah baru dalam Islam. Suasana spiritual yang terbangun akan menjadi "pagar gaib" alami bagi keluarga Anda.
5. Menyajikan Hidangan Halalan Thayyiban
Menyediakan makanan (It’amuth Tha’am) adalah bagian inti dari Walimatul Wakirah. Pastikan semua hidangan yang disajikan berstatus halal dan didapat dari sumber rezeki yang baik. Sajikan makanan yang layak dan bersih sebagai bentuk pemuliaan kepada tamu. Namun, ingatlah untuk tetap bersahaja; jangan sampai Anda terjebak dalam sikap berlebihan (israf) yang justru dilarang dalam ajaran Islam.
6. Memberikan Bingkisan atau Berkat yang Bermanfaat
Sebagai bentuk rasa terima kasih atas kehadiran dan doa tamu, memberikan bingkisan atau nasi kotak (berkat) adalah tata cara yang sangat baik. Bingkisan ini tidak perlu mahal, yang terpenting adalah kegunaannya. Pemberian ini merupakan simbol kasih sayang dan kemurahan hati pemilik rumah, yang diharapkan dapat mempererat hubungan sosial dan mendatangkan rida Allah atas rumah baru Anda.
___
Menyelenggarakan syukuran rumah baru dalam Islam adalah langkah awal yang indah untuk membangun keluarga yang sakinah. Dengan mengikuti adab sunnah dan menjauhi kemusyrikan, rumah Anda tidak hanya akan kokoh secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual. Jadikan momen syukuran ini sebagai titik balik untuk menjadikan rumah Anda sebagai "Baiti Jannati".
Wujudkan Keluarga Sakinah di Hunian yang Ideal
Kenyamanan beribadah di rumah bermula dari pemilihan hunian di lingkungan yang mendukung dan memiliki struktur bangunan yang aman. Jika Anda sedang mencari hunian yang tepat untuk membangun masa depan keluarga, temukan berbagai pilihan rumah dijual di Tangerang melalui CariProperti.
Kami menyediakan listing rumah baru modern dengan kualitas konstruksi prima, memastikan investasi Anda aman dari risiko bangunan cepat bocor atau retak, sehingga Anda bisa fokus menjalankan syukuran dengan tenang.

Author
Rakay Diso
Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.