Apa Itu Plafon Kredit? Pengertian, Contoh & Tips Dapat Plafon Tinggi

icon date 08 Jul 2025

Share:

whatsapptwitterfacebook
link
featured image

Pernahkah Anda mendengar dengan istilah plafon kredit? Bagi yang pernah mengajukan pinjaman ke bank atau perusahaan leasing pasti sudah tidak asing dengan istilah ini. Plafon kredit sering muncul saat seseorang melakukan pinjaman, seperti KPR rumah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko dengan cara membatasi pinjaman.

Lalu, apa itu plafon kredit? Contohnya konkret serta dampaknya apa? Lalu, apa sih faktor yang memengaruhi besaran plafon kredit? Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak penjelasan lengkap dari CariProperti yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun membantu masyarakat membeli rumah dengan plafon yang diinginkan.

Apa Itu Plafon Kredit?

pengertian apa itu plafon kredit

Jadi, menurut OJK, plafon kredit adalah batas atas pemberian kredit yang diberikan oleh bank atau perusahaan leasing kepada debitur dan tercantum dalam surat perjanjian atau akad. Adanya plafon ini bertujuan untuk mengurangi risiko gagal bayar yang bisa diterima bank. Sederhananya sih, plafon kredit adalah jumlah maksimal pinjaman yang bisa diberikan bank kepada debitur.

Biasanya, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi besar kecilnya plafon kredit, seperti:

  • Pendapatan Debitur: Semakin tinggi pendapatan seorang debitur tiap bulannya, maka semakin tinggi juga plafon yang bisa diperoleh. Pendapatan ini bisa berasal dari semua sumber dan tidak hanya terpaku oleh gaji.

  • Riwayat Kredit: Riwayat kredit yang baik akan meningkatkan tingkat kepercayaan bank atas kemampuan debitur menyelesaikan tanggung jawabnya.

  • Tujuan Pinjaman: Sesuai atau tidaknya tujuan pinjaman seorang debitur dengan ketentuan bank juga akan memengaruhi besaran plafon kredit. Misalnya, Anda melakukan pinjaman ke bank dalam jumlah besar hanya untuk melaksanakan pesta yang mewah. Kemungkinan, plafon yang diberikan kepada Anda bisa saja rendah.

  • Nilai Agunan: Jika pinjaman dilakukan dengan menggunakan agunan, maka nilai agunan tersebut dapat memengaruhi besaran plafon juga.

 

Baca juga: KPR BTN Sejahtera: Solusi Cerdas Punya Rumah dengan Cicilan Ringan

 

Contoh Plafon Kredit

Agar Anda dapat lebih mudah memahami plafon kredit, kami sudah menyediakan sebuah contoh konkretnya untuk Anda.

Mari kita ambil contoh dari salah satu klien CariProperti, sebut saja Bapak Joko. Setelah berkonsultasi dan show unit bersama Property Advisor CariProperti, Bapak Joko akhirnya memutuskan untuk membeli rumah di Armont Residence BSD seharga Rp5,5 miliar.

Beliau kemudian mengajukan KPR ke bank dengan DP (Down Payment) sebesar Rp1,65 miliar. Setelah perhitungan yang matang oleh pihak bank, pak Joko akhirnya mendapatkan plafon kredit KPR sebesar Rp3,85 miliar dengan rumus hitung:

Plafon = Harga Rumah - Besaran DP

 

Berapa Plafon Kredit di Berbagai Bank >Blue Chip?

Masing-masing bank memiliki kebijakan sendiri mengenai besaran plafon kredit yang diberikan. Berikut ini adalah kisaran plafon kredit yang bisa diberikan oleh berbagai bank besar di Indonesia:

  • Bank BNI memberikan plafon hingga 20 miliar untuk penerima KPR Griya;
  • Bank BCA menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp250 juta hingga Rp5 miliar;
  • Bank BTN menawarkan plafon kredit tanpa batas dengan tenor maksimal 30 tahun untuk produk KPR BTN Premium;
  • Bank Mandiri menyediakan plafon hingga Rp25 miliar; dan
  • Bank BRI memberikan plafon KPR mulai dari Rp200 juta hingga Rp 4 miliar dengan suku bunga sebesar 2,88%.

 

Tips Mendapatkan Plafon Tinggi

tips mendapat plafon kredit tinggi

Kalau Anda ingin mendapatkan plafon KPR yang tinggi, ada beberapa tips yang wajib Anda lakukan.

1. Tingkatkan Pendapatan Bulanan

Saat memberikan plafon, bank akan selalu melihat pendapatan bulanan Anda. Semakin besar pendapatan, maka semakin tinggi besaran plafon. Jadi, coba tingkatkan pendapatan bulanan Anda, jangan hanya bergantung kepada gaji. Anda bisa mulai bekerja freelance, membuka usaha, atau mengajar pelajaran kepada anak tetangga.

 

2. Perbaiki Riwayat Kredit

Jika Anda melihat SLIK OJK dan menemukan bahwa skor kredit Anda rendah, segera perbaiki. Bayar semua cicilan Anda tepat waktu dan segera selesaikan. Selain itu, berusahalah untuk jangan mengajukan kredit apapun sebelum KPR Anda disetujui.

 

3. Pilih Agunan yang Bernilai Tinggi

Semakin tinggi nilai agunan atau jaminan, maka semakin tinggi juga plafon yang akan di dapat. Jadi, berikan aset Anda yang bernilai tinggi, seperti BPKB mobil, perhiasan dari logam mulia, atau emas batangan sebagai agunan.

______

Memahami apa itu plafon kredit dengan baik, mulai dari pengertian, besaran plafon, hingga tips mendapatkan plafon tinggi, sangat penting agar nantinya Anda tidak bingung saat mengajukan KPR. Dengan informasi ini, diharapkan Anda bisa lebih memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga dapat memeroleh pinjaman sesuai keinginan dan kebutuhan.

Jangan lupa untuk Kunjungi CariProperti untuk rekomendasi rumah berkualitas di Jabodetabek, berbagi tips properti, serta inspirasi desain interior yang paling estetik dan trendy.

Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.

Artikel Lainnya

11 September 2025

Hore! PPN DTP 100% Diperpanjang hingga Desember 2025!

Membeli rumah bukan sekadar soal kebutuhan, tetapi juga impian besar bagi banyak orang Indonesia, terutama generasi milenial dan keluarga muda. Namun, beban biaya tambahan seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sering kali menjadi penghalang terbesar....

05 November 2025

Pahami Debt Burden Ratio Sebelum Ajukan KPR, Gak Bakal Rugi!

Pernah bertanya-tanya kenapa pengajuan KPR bisa ditolak, padahal skor kredit kamu bagus dan dokumen lengkap? Jawabannya sering kali terletak pada satu faktor penting, yaitu debt burden ratio (DBR). Istilah ini mungkin terdengar teknis, tapi sebenarny...

17 June 2025

Catat! Begini Cara Menghitung Insentif PPN DTP 2025 Agar Beli Rumah Jadi Murah

Bagi Anda yang ingin membeli rumah di tahun 2025 ini, ada kambar gembira nih. Insentif PPN DTP yang berlaku tahun lalu, kini diperpanjang hingga akhir 2025. Hal ini berlaku per 4 Februari 2025 sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan...

07 August 2025

KPR Tenor Panjang atau Pendek? Yang Mana yang Ideal?

Bayangin kamu dan pasangan baru aja menikah. Tabungan udah disiapin, lokasi rumah udah dipilih, tinggal satu hal yang bikin kalian mikir berhari-hari mending ambil KPR tenor panjang atau pendek? Di satu sisi, kamu pengin cepet lunas biar nggak harus...

10 May 2025

Investasi atau Menabung, Mana yang Lebih Untung?

Saat ini, merencanakan keuangan bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan. Banyak orang yang mulai menyadari pentingnya mengelola uang dengan bijak agar masa depan lebih terjamin. Namun, saat ingin menyimpan uang, sering kali muncul pertanyaan...