Ini Dia Penyebab Lantai Keramik Pecah dan Cara Mengatasinya

icon date 20 Dec 2023

Share:

whatsapptwitterfacebook
link
featured image

Mungkin Anda saat ini mendapati lantai keramik di rumah Anda retak, menggembung, atau bahkan pecah-pecah. Kondisi yang juga disebut dengan “popping” ini sebenarnya sudah sering terjadi. Namun, tidak sedikit juga yang belum mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi.

Semua orang pasti menginginkan kondisi rumah yang selalu baik dan sempurna. Namun, tidak bisa dihindari bahwa setiap barang juga memiliki masa umurnya dan suatu saat kualitasnya akan menurun.

Meski umur memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas lantai keramik, akan tetapi tetap ada beberapa hal lain yang juga berpengaruh dalam menurunnya kualitas lantai keramik Anda.

 

Penyebab Lantai Keramik Pecah

lantai keramik pecah
(Sumber: Pexels)

1. Peningkatan Suhu

Sebagai negara yang dilalui garis khatulistiwa, suhu di Indonesia sepanjang tahun memang relatif panas. Ketika sedang musim kemarau dan temperatur sedang panas-panasnya, lantai keramik akan memuai. Keramik yang memuai akan mendorong keramik di sekitarnya, sehingga lantai menggembung dan bahkan meledak.

2. Pernah Terendam Banjir

Banjir bisa menjadi penyebab lantai keramik pecah. Banjir menyebabkan air merembes melalui celah-celah antar keramik dan mengikis perekat di bawahnya, sehingga keramik lebih mudah terangkat.

3. Keramik Tidak Direndam

Sebelum dipasang, keramik seharusnya direndam terlebih dahulu. Proses ini dilakukan agar semen di bawah keramik dapat lebih mudah menempel dengan baik. Tidak perlu direndam terlalu lama. Cukup sekitar 20 menit saja dan tiriskan keramik dengan menaruhnya dalam posisi miring.

Meski begitu, ada juga beberapa keramik yang tidak perlu untuk direndam terlebih dahulu. Untuk memastikannya, konsultasikan pada ahli konstruksi.

4. Permukaan di Bawah Keramik Belum Kering

Beton yang baru dituang masih mengandung banyak air. Air ini kemudian akan menguap dan beton akan merekat.

Jika lantai keramik dipasang saat beton belum kering secara sempurna, maka keramik akan mengalami tekanan dan berpotensi untuk retak. Apabila ada retakan halus di lantai keramik Anda, maka kemungkinan lantai tersebut dipasang sebelum beton kering.

5. Beban Terlalu Berat

Meletakkan barang dengan beban yang terlalu berat juga dapat menyebabkan lantai retak atau pecah. Karena itu, hindari meletakkan benda yang terlalu berat di satu titik untuk waktu yang terlalu lama.

6. Terkena Benda Tumpul

Selain karena menahan benda yang berat terlalu lama, kejatuhan benda tumpul juga dapat menyebabkan pecahan pada lantai keramik. Terlebih lagi jika benda tersebut juga memiliki beban yang cukup berat, seperti barbel, bola golf, atau wajan besar.

7. Kesalahan saat Pemotongan Manual

Pada saat pemotongan keramik secara manual, kesalahan dapat terjadi walaupun tidak dapat terlihat oleh mata secara langsung. Meski tersembunyi, namun seiring waktu dan adanya paparan suhu dan tekanan, retakan ini dapat semakin jelas.

 

Baca juga: 7 Rekomendasi Lantai Untuk Garasi yang Berkualitas

 

Cara Mencegah agar Lantai Keramik Tidak Pecah


(Sumber: Unsplash)

Beberapa poin di atas memang menjadi penyebab terjadinya pecahan pada lantai keramik. Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut dapat dicegah. Simak tips berikut untuk mencegah lantai keramik retak atau pecah.

1. Pastikan Untuk Merendam Keramik

Tindakan paling awal agar nantinya lantai keramik Anda tidak pecah atau meledak adalah dengan merendamnya selama kurang lebih 20 menit sebelum pemasangan. Selain untuk membuat perekat dapat menempel dengan baik pada keramik, langkah ini juga dilakukan untuk menutup rongga-rongga udara yang dapat membuat keramik menjadi kopong.

2. Gunakan Perekat Khusus Keramik

Pemasangan lantai keramik membutuhkan daya rekat yang lebih tinggi dibandingkan dengan material lainnya. Maka dari itu, jangan gunakan semen biasa sebagai perekatnya karena lantai tidak dapat terpasang dengan sempurna.

Memilih perekat yang khusus juga dapat berguna untuk mengurangi penyusutan air, sehingga bagian bawah keramik tidak kopong.

3. Perhitungkan Campuran Perekat dengan Tepat

Selain harus memilih perekat yang khusus digunakan untuk lantai, campurannya juga harus tepat. Tiap produk perekat lantai mungkin akan membutuhkan komposisi campuran yang berbeda-beda. Karenanya, perhatikan kembali takaran yang harus Anda gunakan agar nantinya campuran yang dibuat tidak keliru.

Campuran dengan bahan atau takaran yang salah dapat mengubah konsistensi mortar dan justru mengurangi daya rekat pada lantai.

4. Jangan Pasang Nat Terlalu Rapat

Nat merupakan material yang digunakan untuk mengisi celah antara keramik agar lantai dapat terpasang lebih rapi dan kuat. Disarankan untuk memasang nat dengan jarak 2 mm hingga 3 mm. Hindari memasang nat terlalu rapat agar dapat memperkecil risiko desakan antar keramik.

Agar Anda dapat memasangnya dengan lebih rapi, gunakan tile spacer sebagai alat bantu. Tile spacer memiliki ketebalan yang bermacam-macam dan Anda tinggal memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

 

Anda mungkin suka juga: Cara Memilih dan Memasang Keramik Dinding Depan Rumah

 

Cara Mengatasi Lantai Keramik Pecah

lantai keramik pecah
(Sumber: Freepik)

Lantai keramik yang pecah butuh untuk ditangani. Meski baru berupa retakan kecil, bukan berarti retakan tersebut tidak akan semakin parah. Jika lantai keramik rumah Anda sudah ada pecahan, beberapa langkah di bawah ini dapat membantu Anda dalam mengatasinya.

1. Bersihkan Retakan

Sebelum mengatasi lantai keramik retak, bersihkan area retakkan dan sekitarnya secara menyeluruh. Hal ini dilakukan agar nantinya cairan untuk memperbaiki pecahan keramik dapat menempel pada lantai dengan lebih mudah.

Tunggu hingga lantai kering dengan sempurna sebelum masuk ke langkah yang berikutnya.

2. Isi Celah Pecahan lantai

Buat campuran epoxy atau glasir. Setelah memastikan lantai benar-benar sudah kering, oleskan campuran tersebut ke dalam celah antara retakan. Setelah celah terisi dengan epoxy, ratakan juga campuran tersebut di atas permukaan lantai, sekitar 0.5 cm dari retakan atau pecahan.

Perlu diingat bahwa campuran epoxy dapat mengering dengan cepat. Karena itu, pastikan untuk melakukan langkah ini dengan cepat. Hindari epoxy dari bagian-bagian yang tidak diperlukan.

Gunakan juga alat yang sesuai dengan ukuran pecahan lantai Anda. Semakin kecil, maka hasilnya akan semakin presisi.

3. Kerik Epoxy yang Berlebih

Setelah kering, kerik campuran epoxy yang sebelumnya Anda oleskan di sekitar bagian yang pecah. Anda bisa menggunakan cutter untuk melakukan langkah ini.

4. Gunakan Cat Baru

Jika ada perbedaan warna yang mencolok, Anda bisa mengoleskan cat tambahan dengan warna yang senada dengan lantai untuk menyamarkannya.

5. Ganti Lantai Keramik Pecah

Apabila pecahan lantai keramik sudah terlalu parah dan perbaikan tidak bisa dilakukan lagi, langkah terakhirnya adalah dengan mengganti keramik. Agar lantai keramik Anda tetap terlihat indah dan rapi, jangan biarkan lantai yang pecah begitu saja.

Selain itu, pecahan lantai yang sudah parah juga dapat justru membahayakan Anda dengan ujung-ujungnya yang tajam.

Beberapa tips di atas dapat membantu Anda dalam memberikan pemahaman mengenai penyebab lantai keramik pecah, serta cara untuk mencegah dan mengatasinya.

Penting juga untuk memastikan kualitas keramik saat akan membeli rumah. Temukan sekarang dengan CariProperti.

CariProperti terpercaya dalam mencarikan rumah dengan kualitas terbaik untuk Anda dan keluarga. Kunjungi website CariProperti untuk informasi lebih lanjut!

Artikel Lainnya

05 March 2026

Salah Pilih Jasa Arsitek Rumah Bisa Rungkad! Ikuti 9 Tips Ini

Kalau kamu tiba-tiba dapat warisan tanah sekitar 200 m2, tanah itu mau kamu jadikan apa? Kontrakan, kos-kosan, atau rumah pribadi? Mungkin, beberapa dari kamu ada yang lebih suka dijadikan kontrakan sebagai penghasilan tambahan, tetapi ada juga yang...

05 May 2026

Panduan Aturan Pasang Panel Surya di Rumah: Syarat dan Biayanya

Tren gaya hidup eco-friendly atau ramah lingkungan kini tidak lagi sekadar jargon. Bagi banyak pemilik rumah tangga di Indonesia, beralih ke energi bersih seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap telah menjadi langkah strategis. Selain be...

05 February 2025

Beli Rumah Cicilan ke Developer Untung atau Rugi? Ini Keuntungan dan Cara Mengajukannya

CariProperti - Cicil rumah ke developer bukanlah suatu hal yang harus ditakutkan ataupun harus dihindari. Mungkin ada beberapa orang yang masih ragu untuk mencicil rumah langsung ke developer karena takut terkena penipuan sehingga masih banyak yang m...

15 November 2025

Rumah untuk Keluarga Muda di Cileungsi: Solusi Rumah Murah di Timur Jakarta

Siapa sih yang gak mau punya rumah murah di tengah kota besar, seperti Jakarta dan Bekasi? Semuanya pasti mau punya rumah seperti itu. Namun, bagi sebagian besar orang, khususnya pasangan muda, punya rumah sendiri di dekat Jakarta atau Bekasi mungki...

20 September 2025

12 Tips Menata Ruang Kerja Pribadi yang Nyaman dan Tenang di Rumah

Di era kerja hybrid yang terus berkembang, ruang kerja pribadi di rumah bukan sekadar tempat menaruh laptop, tapi menjadi elemen penting untuk kualitas kerja dan kenyamanan sehari-hari. Sebuah survei Logitech Hybrid Work Trend & Insights Indonesi...