Apa Itu Amortisasi? Pengertian, Metode Perhitungan, dan Fungsi

icon date 26 Jun 2026

Share:

whatsapptwitterfacebook
link
featured image

Bagi masyarakat awam, istilah amortisasi tentu terdengar sangat asing dan hanya sebuah angin lalu. Namun, bagi para pebisnis atau investor, amortisasi tentu menjadi bagian penting sebagai salah satu faktor penentu arah bisnis.

Dalam bisnis, amortisasi adalah salah satu perhitungan penyusutan aset tak berwujud yang bisa menjadi acuan dalam menyusun laporan bisnis. Nantinya, hasil perhitungan ini dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk melakukan evaluasi pembayaran utang dalam jangka waktu tertentu.

Di sisi lain, dalam dunia perbankan dan kredit, amortisasi adalah proses pembayaran utang yang dicicil secara rutin, mencakup pokok dan bunga, hingga lunas saat jatuh tempo.

Jadi, secara sederhana, apa itu amortisasi adalah metode perhitungan untuk menyusutkan atau membagi biaya aset tidak berwujud, seperti hak paten, lisensi, atau software, secara bertahap selama masa pakainya.

Memahami konsep ini akan sangat membantu Anda dalam mengatur strategi pajak usaha maupun menghitung cicilan bulanan agar tidak over budget. Yuk, kita bedah tuntas pengertian amortisasi, metode, simulasi cara menghitungnya, hingga perbedaannya dengan depresiasi lewat ulasan santai di bawah ini.

Pastikan Anda membacanya sampai selesai agar tidak ada tips finansial yang terlewat!

Memahami Apa Itu Amortisasi?

pengertian apa itu amortisasi

Dalam praktik akuntansi, amortisasi adalah proses pencatatan biaya atas aset tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan. Langkah ini bertujuan mencatat pemanfaatan aset secara proporsional agar nilainya tergambarkan dengan akurat di laporan keuangan perusahaan.

Namun, jika kita berbicara dalam ranah pembiayaan atau kredit, seperti KPR, amortisasi mengalokasikan biaya aktiva tidak berwujud dengan cara mengurangi kewajiban pembayaran pokok dan bunganya secara teratur dalam jumlah tertentu hingga pinjaman terbayar ketika sudah jatuh tempo.

 

Objek dan Jenis Aset yang Bisa Diamortisasi

Berbeda dengan penyusutan gedung atau mesin, amortisasi diterapkan khusus untuk aset yang wujud fisiknya tidak bisa Anda sentuh, namun memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Berikut adalah beberapa objek yang masuk dalam kategori ini:

  • Aset Tidak Berwujud Bisnis: Meliputi hak paten, hak cipta, merek dagang, hingga biaya riset dan pengembangan teknologi. Goodwill (nilai lebih saat mengakuisisi perusahaan lain) serta lisensi atau izin usaha juga termasuk di dalamnya.
  • Beban Pinjaman Finansial: Dalam dunia perbankan atau properti, amortisasi berlaku pada pinjaman kredit, pinjaman KPR dan KPA, serta tagihan rutin (cicilan) kredit kendaraan.

 

Fungsi dan Tujuan Amortisasi bagi Bisnis

Mengapa perhitungan ini wajib ada di laporan keuangan? Mengabaikan biaya penyusutan tak berwujud ini bisa membuat laporan bisnis Anda terlihat tidak akurat. Berikut manfaat utamanya:

  • Menghitung Laba Bersih yang Akurat: Adanya komponen ini memberikan gambaran terkait laba bersih yang lebih akurat. Tanpa pengurangan ini, laba bersih mungkin terlihat lebih tinggi, namun tidak mencerminkan penggunaan aset secara tepat.

  • Mengevaluasi Performa Aset: Komponen perhitungan aset dan amortisasi dapat digunakan untuk menganalisis kinerja bisnis melalui evaluasi berdasarkan penggunaan aset perusahaan di periode yang sama.

  • Menghindari Masalah Perpajakan: Melalui perhitungan keduanya secara tepat, perusahaan dapat mengetahui pajak yang harus dikeluarkan setiap tahunnya sesuai nilai sebenarnya.

  • Menjaga Konsistensi Laporan: Depresiasi dan amortisasi memberikan informasi finansial yang konsisten, tersusun rapi, dan jelas catatannya.

 

Metode Perhitungan Amortisasi Berdasarkan Ketentuan Pajak

metode perhitungan amortisasi

Bicara soal legalitas dan standar akuntansi, praktik amortisasi di Indonesia sudah diatur dengan sangat jelas. Secara hukum, metode ini sudah tercantum di dalam Pasal 11 A ayat UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Berdasarkan regulasi tersebut, ada dua metode utama yang sah digunakan:

1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Metode ini merupakan cara yang paling sederhana di mana melakukan pengalokasian atau pendistribusian aset tidak berwujud secara merata sepanjang masa pemanfaatannya. Dengan kata lain, beban biaya setiap tahun nilainya akan selalu sama.

Rumus Metode Garis Lurus:

Amortisasi Tahunan = (Biaya Awal Aset - Nilai Residu) + Usia Pemanfaatan

2. Metode Saldo Menurun (Declining-Balance Method)

Pada metode ini, beban amortisasi diterapkan dalam bagian-bagian yang menurun dengan mempercepat proses dengan menekankan tarif yang lebih tinggi di awal periode dibandingkan periode waktu selanjutnya. Jumlah biaya yang dialokasikan pada metode ini akan terus menurun bersamaan dengan bertambahnya masa manfaat di setiap tahunnya.

Rumus Metode Saldo Menurun:

Amortisasi = Saldo Awal x Persentase Konstan

 

Contoh Penerapan Amortisasi Biar Lebih Paham!

Agar tidak pusing dengan teori, mari kita lihat simulasi contoh amortisasi di dunia nyata:

  • Contoh Aset Hak Paten: Perusahaan B memiliki hak paten dari suatu teknologi dengan jangka waktu 5 tahun. Demi mengembangkan teknologi tersebut, perusahaan B perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp30.000.000.

    Berdasarkan informasi tersebut, perusahaan B mengamortisasi biaya pengembangan tersebut sebesar Rp6.000.000 per tahun selama masa kepemilikan hak paten.

  • Contoh Pembelian Kredit: Budi melakukan pembelian kredit kendaraan dengan harga Rp250.000.000 dan harus lunas dalam waktu 5 tahun. Oleh karena itu, Budi harus melakukan amortisasi pinjaman senilai Rp50.000.000 setiap tahunnya.

Apa Perbedaan Amortisasi dan Depresiasi?

Sering kali tertukar, perbedaan amortisasi dan depresiasi sebenarnya sangat mudah dipahami jika kita melihat objek aslinya. Untuk memudahkan Anda, perhatikan tabel perbandingan berikut:

Aspek Perbandingan Amortisasi Depresiasi
Pengertian Dasar Proses penurunan atau pengurangan aktiva tidak berwujud untuk setiap periode akuntansi. Pengurangan nilai terhadap aset-aset berwujud milik perusahaan.
Jenis Aset yang Dihitung Berlaku untuk aset tidak berwujud, seperti hak paten, hak cipta, merek dagang. Berlaku pada aset berwujud, seperti tanah, bangunan, kendaraan.
Metode Penyusutan Menggunakan metode basis garis lurus. Menggunakan basis perhitungan accelerated basis method.
Nilai Sisa (Salvage Value) Aset tidak berwujud dianggap tidak memiliki nilai jual setelah masa manfaatnya berakhir, sehingga tidak terdapat nilai sisa. Menghitung aset berwujud yang biasanya memiliki nilai sisa, sehingga nilai tersebut relevan masuk dalam perhitungan.
Tujuan Utama Digunakan untuk mengapitalisasi biaya aset selama periode waktu tertentu. Digunakan untuk membagi biaya aset selama jangka waktu masa manfaatnya.

 

Kesimpulan

Mengetahui apa itu amortisasi bukan sekadar tuntutan bagi akuntan, tetapi juga wawasan esensial bagi Anda pengusaha maupun individu yang sedang merencanakan finansial. Walaupun terdapat banyak perbedaan antara depresiasi dan amortisasi, secara persamaan, keduanya merupakan sebuah prinsip pengakuan biaya dalam praktik akuntansi.

Dengan menghitung penyusutan aset secara benar, Anda tidak hanya mematuhi hukum perpajakan yang berlaku, tetapi juga memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis yang sehat dan transparan.

 

Siap Memulai Bisnis? Temukan Tempat Usaha Terbaik Anda Sekarang!

Setelah memahami cara mengelola aset dan amortisasi finansial, langkah strategis berikutnya adalah mengeksekusi ide bisnis Anda di lokasi yang tepat. Sebagai teman mulai bisnis dari 0, CariProperti sangat peka atas kebutuhan Anda akan tempat usaha yang terjangkau namun memiliki potensi pasar (market) yang luas.

Jangan lewatkan kesempatan emas untuk memiliki ruko baru di kawasan strategis dengan aksesibilitas tinggi dan ekosistem konsumen yang sudah matang. Mulai langkah suksesmu dengan survei ruko impian secara mudah, aman, dan transparan hanya di CariProperti!

 

Daftar Referensi

  • Redaksi OCBC. (2023, 5 Januari). Amortisasi: Pengertian, Manfaat, Contoh & Cara Menghitungnya. ocbc.id.
  • Redaksi OCBC. (2023, 7 Ferbruari). 4 Perbedaan Depresiasi dan Amortisasi dalam Akuntansi Bisnis. ocbc.id.
  • Pramudya, A. (2026). Perbedaan Antara Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian, Metode, dan Tujuan. jurnal.id.
  • Tim Bank Mega Syariah. (2025, 7 Juli). Apa Itu Amortisasi? Ini Definisi, Jenis & Metode Perhitungannya.

Rakay adalah seorang SEO Writer di CariProperti. Ia sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun dalam bidang penulisan, khususnya di bidang properti. Mengkhususkan diri, tetapi tidak terbatas, pada topik desain arsitektur, interior, dan gaya hidup urban di rumah, Ia percaya bahwa konten yang berkualitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pembaca dalam mengambil keputusan. Kenali Rakay Diso lebih dekat di LinkedIn.

Artikel Lainnya

05 August 2025

Jangan Sepelekan 6 Risiko Bisnis Kontrakan Ini Kalau Mau Untung Besar!

"Awalnya saya pikir bisnis kontrakan itu gampang. Beli rumah, kasih iklan, lalu tinggal duduk manis terima uang sewa tiap bulan."  Dimas, salah seorang kenalan saya dari grup Facebook, menceritakan pengalaman pertamanya saat memulai bisnis kont...

12 January 2025

9 Cara Kelola Uang Pesangon Pasca PHK Paling Efektif

CariProperti - Fenomena PHK massal yang kerap kali terjadi pasca pandemi tentu saja menjadi momok bagi para pekerja. Pasalnya jika terkena layoff, maka seorang pekerja akan kehilangan sumber utama penghasilannya dan hanya bisa bergantung pada uang pe...

08 May 2025

Panduan KPR BSI 2025: Solusi Beli Rumah Tanpa Riba

Jika Anda sedang bermimpi punya rumah dan ingin menghindari sistem bunga, KPR BSI Syariah bisa jadi jawabannya. Bayangkan rasanya punya hunian nyaman untuk keluarga tercinta, yang bisa Anda wujudkan lewat cara yang sesuai dengan prinsip syariah. KPR...

07 April 2026

Rincian Detail Biaya Notaris Jual Beli Rumah 2026 Terbaru

Membeli rumah tidak hanya soal menyiapkan dana untuk harga properti. Dalam praktiknya, ada sejumlah biaya tambahan yang wajib diperhitungkan sejak awal, salah satunya adalah biaya notaris jual beli rumah 2026. Biaya ini sering kali terlewat dalam per...

05 August 2025

9 Tips Bisnis Kontrakan untuk Pemula: Cuan Maksimal, Risiko Minimal

Bayangin kamu bisa punya penghasilan tetap setiap bulan, tanpa harus kerja dari pagi sampai malam. Cuma duduk manis di rumah, saldo rekening terus bertambah. Nah, inilah salah satu alasan kenapa banyak orang mulai tertarik terjun ke bisnis kontrakan....